Entri Populer

Rabu, 02 Juli 2014

Manusia Bertakwa menurut Islam merujuk Al-Qur'an 

(Q.S. ALI IMRAN : 133 - 135)

Apakah para mubaligh sudah dapat disebut bertakwa menurut Islam. Apakah seorang Kiyai  juga dapat disebut orang yang bertakwa menurut Islam. Manusia Bertakwa menurut Islam dalam tinjauan Al-Qur'an dan Hadist seperti apakah. Apakah manusia biasa tanpa embel-embel haji atau kiyai dapat merebut derajat takwa menurut Islam.

Jika kita merujuk pada sumber Hukum Islam yang berasal dari Wahyu Allah di dalam Al-Qur'an. Kita dapat melihat ciri-ciri manusia bertakwa menurut Islam di dalam Surat Al-Imran ayat 133 sampai dengan ayat 144. Ciri-ciri orang bertakwa dalam Surat Al-Imran ayat 133: Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,

Ciri-ciri orang bertakwa adalah menafkahkan hartanya secara tepat, seperti yang terdapat dalam Surat Al-Imran ayat 134: (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.

Ciri-ciri orang bertakwa adalah ingat Allah & bertaubat, seperti yang terdapat dalam Surat Al-Imran ayat 135: Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Surat Al-Imran ayat 136: Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.

Ciri-ciri orang bertakwa adalah selalu mengikuti tuntunan Rasulullah,  seperti yang terdapat dalam Surat Al-Imran ayat 137: Sesungguhnya telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunah Allah; karena itu berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).

Ciri-ciri orang bertakwa adalah mempelajari Al-Qur'an dan mengamalkan dalam kehidupan, seperti yang terdapat Surat Al-Imran ayat 138: (Al Qur'an) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.

Ciri-ciri orang bertakwa adalah tidak bersikap tegas & tidak lemah terhadap orang kafir, seperti yang terdapat dalam Surat Al-Imran ayat 139: Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.

Ciri-ciri orang bertakwa adalah Tidak terlena dalam masa kejayaan, seperti yang terdapat dalam Surat Al-Imran ayat 140: Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itu pun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) dan supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang lalim,

Ciri-ciri orang bertakwa adalah berani  Jihad dengan dasar tegaknya kalimatul Lailahhaillah & Sabar, seperti yang terdapat dalam Surat Al-Imran ayat 141: dan agar Allah membersihkan orang-orang yang beriman (dari dosa mereka) dan membinasakan orang-orang yang kafir.
Surat Al-Imran ayat 142: Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antaramu, dan belum nyata orang-orang yang sabar.

Ciri-ciri orang bertakwa adalah menharapkan Syahid, seperti yang terdapat dalam Surat Al-Imran ayat 143: Sesungguhnya kamu mengharapkan mati (syahid) sebelum kamu menghadapinya; (sekarang) sungguh kamu telah melihatnya dan kamu menyaksikannya.

Ciri-ciri orang bertakwa adalah tidak murtad & bersyukur terhadap nikmat iman, seperti yang terdapat dalam Surat Al-Imran ayat 144: Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barang siapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudarat kepada Allah sedikit pun; dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.

Juga perhatikan beberapa hadist tentang keutamaan takwa. Hadist nabi tentang takwa, "Kemuliaan dunia adalah kekayaan dan kemuliaan akhirat adalah ketakwaan. Kamu, baik laki-laki maupun perempuan, kemuliaanmu adalah kekayaanmu, keutamaanmu adalah ketakwaanmu, kedudukanmu adalah akhlakmu dan (kebanggaan) keturunanmu adalah amal perbuatanmu". (HR. Ad-Dailami)

Jika kita merujuk pada sumber Hukum Islam yang berasal dari Hadist Nabi tentang takwa, "Bertakwalah kepada Allah karena itu adalah kumpulan segala kebaikan, dan berjihadlah di jalan Allah karena itu adalah kerahiban kaum muslimin, dan berzikirlah kepada Allah serta membaca kitabNya karena itu adalah cahaya bagimu di dunia dan ketinggian sebutan bagimu di langit. Kuncilah lidah kecuali untuk segala hal yang baik. Dengan demikian kamu dapat mengalahkan setan". (HR. Ath-Thabrani). Manusia bertakwa menurut Islam ada didalam ayat-ayat Al-Qur'an diatas dan juga didukung oleh Hadist Nabi Muhammad.

Selasa, 27 Mei 2014

PIONERING

Bidang Tali Temali
Dalam tali temali kita sering mencampuradukkan antara tali, simpul dan ikatan. Hal ini sebenarnya berbeda sama sekali. Tali adalah bendanya. Simpul adalah hubungan antara tali dengan tali. Ikatan adalah hubungan antara tali dengan benda lainnya, misalnya kayu, balok, bambu dan sebagainya.
Macam simpul dan kegunaannya
Simpul ujung tali
Gunanya agar pintalan pada ujung tali tidak mudah lepas
Simpul mati
Gunanya untuk menyambung 2 utas tali yang sama besar dalam keadaan kering tidak basah/licin

Simpul anyam
Gunanya untuk menyambung 2 utas tali yang tidak sama besarnya dalam keadaan kering

Simpul anyam berganda
Gunanya untuk menyambung 2 utas tali yang tidak sama besar dan dalam keadaan basah/licin
Simpul erat
Gunanya untuk memendekkan tali tanpa harus di potong
Simpul kembar
Gunanya untuk menyambung 2 utas tali yang sama besar dan dalam keadaan basah/licin
Simpul kursi
Gunanya untuk mengangkat atau menurunkan benda atau orang pingsan
Simpul penarik
Gunanya untuk menarik benda yang cukup besar
Simpul lasso
Gunanya untuk menjerat hewan
Macam Ikatan dan Kegunaannya
Ikatan pangkal
Gunanya untuk mengikatkan tali pada kayu atau tiang, akan tetapi ikatan pangkal ini dapat juga digunakan untuk memulai dan mengakhiri suatu ikatan.

Ikatan tiang
Gunanya untuk mengikat sesuatu sehingga yang diikat masih dapat bergerak leluasa misalnya untuk mengikat leher binatang supaya tidak tercekik.

Ikatan jangkar
Gunanya untuk mengikat jangkar atau benda lainnya yang berbentuk ring, biasanya juga di gunakan untuk mengikat pasak/patok pada tenda.

Ikatan tambat
Gunanya untuk menambatkan tali pada sesuatu tiang/kayu dengan erat, akan tetapi mudah untuk melepaskannya kembali. Ikatan tambat ini juga dipergunakan untuk menyeret balik dan bahkan ada juga dipergunakan untuk memulai suatu ikatan.
Ikatan tarik
Gunanya untuk menambatkan tali pengikat binatang pada  suatu tiang, kemudian mudah untuk
membukanya kembali. Dapat juga untuk turun ke jurang atau pohon.
Ikatan turki
Gunanya untuk mengikat sapu lidi atau setangan leher
Ikatan palang
Gunanya untuk menyambung 2 buah tongkat yang membentuk sudut siku-siku
Ikatan canggah
Gunanya untuk menyambung 2 buah tongkat atau lebih, biasanya digunakan untuk membuat tiang Bendera darurat
Ikatan silang
Gunanya untuk menyambung 2 buah tongkat yang bentuknya bersilangan
Ikatan kaki tiga
Gunanya untuk menyambung 3 buah tongkat, biasanya digunakan pada dasar bangunan menara kaki tiga