Manusia Bertakwa menurut Islam merujuk Al-Qur'an
(Q.S. ALI IMRAN : 133 - 135)
Apakah para mubaligh sudah dapat disebut bertakwa menurut Islam. Apakah
seorang Kiyai juga dapat disebut orang yang bertakwa menurut Islam.
Manusia Bertakwa menurut Islam dalam tinjauan Al-Qur'an dan Hadist
seperti apakah. Apakah manusia biasa tanpa embel-embel haji atau kiyai
dapat merebut derajat takwa menurut Islam.
Jika kita merujuk pada sumber Hukum Islam yang berasal dari Wahyu Allah
di dalam Al-Qur'an. Kita dapat melihat ciri-ciri manusia bertakwa
menurut Islam di dalam Surat Al-Imran ayat 133 sampai dengan ayat
144. Ciri-ciri orang bertakwa dalam Surat Al-Imran ayat 133: Dan
bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang
luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang
bertakwa,
Ciri-ciri orang bertakwa adalah menafkahkan hartanya secara tepat,
seperti yang terdapat dalam Surat Al-Imran ayat 134: (yaitu)
orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun
sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan)
orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.
Ciri-ciri orang bertakwa adalah ingat Allah & bertaubat,
seperti yang terdapat dalam Surat Al-Imran ayat 135: Dan (juga)
orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri
sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa
mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah?
Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka
mengetahui. Surat Al-Imran ayat 136: Mereka itu balasannya ialah ampunan
dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai,
sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala
orang-orang yang beramal.
Ciri-ciri orang bertakwa adalah selalu mengikuti tuntunan Rasulullah,
seperti yang terdapat dalam Surat Al-Imran ayat 137: Sesungguhnya
telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunah Allah; karena itu berjalanlah
kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang
mendustakan (rasul-rasul).
Ciri-ciri orang bertakwa adalah mempelajari Al-Qur'an dan mengamalkan dalam kehidupan, seperti
yang terdapat Surat Al-Imran ayat 138: (Al Qur'an) ini adalah
penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi
orang-orang yang bertakwa.
Ciri-ciri orang bertakwa adalah tidak bersikap tegas & tidak lemah terhadap orang kafir, seperti
yang terdapat dalam Surat Al-Imran ayat 139: Janganlah kamu bersikap
lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah
orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang
beriman.
Ciri-ciri orang bertakwa adalah Tidak terlena dalam masa kejayaan, seperti
yang terdapat dalam Surat Al-Imran ayat 140: Jika kamu (pada perang
Uhud) mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itu pun (pada perang
Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran)
itu, Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat
pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan
orang-orang kafir) dan supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur
sebagai) syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang lalim,
Ciri-ciri orang bertakwa adalah berani Jihad dengan dasar tegaknya kalimatul Lailahhaillah & Sabar, seperti
yang terdapat dalam Surat Al-Imran ayat 141: dan agar Allah
membersihkan orang-orang yang beriman (dari dosa mereka) dan
membinasakan orang-orang yang kafir.
Surat Al-Imran ayat 142: Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk
surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di
antaramu, dan belum nyata orang-orang yang sabar.
Ciri-ciri orang bertakwa adalah menharapkan Syahid, seperti yang
terdapat dalam Surat Al-Imran ayat 143: Sesungguhnya kamu mengharapkan
mati (syahid) sebelum kamu menghadapinya; (sekarang) sungguh kamu telah
melihatnya dan kamu menyaksikannya.
Ciri-ciri orang bertakwa adalah tidak murtad & bersyukur terhadap nikmat iman, seperti
yang terdapat dalam Surat Al-Imran ayat 144: Muhammad itu tidak lain
hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang
rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang
(murtad)? Barang siapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat
mendatangkan mudarat kepada Allah sedikit pun; dan Allah akan memberi
balasan kepada orang-orang yang bersyukur.
Juga perhatikan beberapa hadist tentang keutamaan takwa. Hadist nabi
tentang takwa, "Kemuliaan dunia adalah kekayaan dan kemuliaan akhirat
adalah ketakwaan. Kamu, baik laki-laki maupun perempuan, kemuliaanmu
adalah kekayaanmu, keutamaanmu adalah ketakwaanmu, kedudukanmu adalah
akhlakmu dan (kebanggaan) keturunanmu adalah amal perbuatanmu". (HR.
Ad-Dailami)
Jika kita merujuk pada sumber Hukum Islam yang berasal dari Hadist Nabi
tentang takwa, "Bertakwalah kepada Allah karena itu adalah kumpulan
segala kebaikan, dan berjihadlah di jalan Allah karena itu adalah
kerahiban kaum muslimin, dan berzikirlah kepada Allah serta membaca
kitabNya karena itu adalah cahaya bagimu di dunia dan ketinggian sebutan
bagimu di langit. Kuncilah lidah kecuali untuk segala hal yang baik.
Dengan demikian kamu dapat mengalahkan setan". (HR. Ath-Thabrani).
Manusia bertakwa menurut Islam ada didalam ayat-ayat Al-Qur'an diatas
dan juga didukung oleh Hadist Nabi Muhammad.