ASBABUL
GALAU...
dakwatuna.com
- Galau,
gelisah, gundah, bete, nggak mood, futur de el el. Semua kita mungkin pernah
merasakan hal ini. Tapi tahukah kita kenapa hal itu bisa terjadi pada diri
kita. Kenapa kita yang tadinya punya hamasah, energik and spirit tiba-tiba
dilanda oleh kefuturan atau bahasa anak muda sekarang “galau”. Why?
Apalagi
menjelang ujian termin dua ini kita benar-benar membutuhkan semangat baja untuk
menaklukkan muqarrar. Sebenarnya galau atau futur itu biasa. Yang penting kata
Rasul tidak jatuh ke dalam kemaksiatan. Karena banyak orang yang merasa galau
lalu untuk mengobati galaunya itu ia pergi ke tempat-tempat maksiat.
Na’udzubillah deh.
Nah, maka
sebab itu perlu bagi kita untuk mengetahui apa aja yang bisa membuat kita jadi
galau bin futur. Mudah-mudahan dengan mengetahui asbab dari galau tersebut kita
bisa meng-ilaj dengan segera sehingga bisa kembali melakukan aktivitas
dengan semangat. Yuk, kita simak yang bisa bikin kita galau!
Pertama:
Berlebihan dalam din. Artinya kita tidak terlalu berlebihan dalam suatu jenis
amal sehingga mengabaikan amal-amal lainnya. Contohnya nih, ketika kita
berazzam untuk bisa shalat tahajjud tiap malam. Okelah minggu pertama misi kita
berjalan dengan baik, selanjutnya kita malah K’O di tengah jalan. Nah,
sebaiknya kita tidak terlalu memaksakan diri. Tapi cobalah secara bertahap, dua
kali seminggu. Kalau yang sudah ini berjalan dengan mantab. Insya Allah ke
depannya bisa ditingkatkan.
Rasul Saw
bersabda: Sesungguhnya Din itu mudah, dan tidaklah seseorang mempersulitnya
kecuali akan dikalahkan (HR. Muslim)
Karena itu,
amal yang disukai oleh Allah adalah amal yang sedikit tapi kontinyu. Setuju…
Kedua:
Berlebihan dalam yang mubah. Dalam kaidah ushul fiqih kita tahu bahwa hukum
dari segala sesuatu adalah mubah. Tapi keseringan dalam hal mubah bisa bikin
kita jadi futur loh. For example Facebook-an melulu sehingga melalaikan
kewajiban. Atau dunianya hanya bola saja. Setiap hari yang ia ikuti hanya bola.
Pagi main bola, siang entar main pe-es bola, malamnya nonton bola. Yha
semua waktunya habis dengan si bola. Bukan berarti saya mengharamkan main bola.
Tapi sesuai dengan kadarnya. Islam sangat menganjurkan umatnya untuk riyadhah
sehingga menjaga kesehatan. Karena sebaik-baik urusan adalah aushotuha. Tul
nggak?
Ketiga:
Memisahkan diri dari jama’ah. Nah loh, jama’ah apaan nih? Eitss…tunggu dulu
bro. Rasulullah saw memerintahkan untuk kita berjamaah “Alaykum bil jama’ah”.
Dulu ada khilafah islamiyah tempat menyatukan kaum muslimin. Sekarang karena
khilafah Islamiyah nggak ada maka kita dianjurkan untuk bergabung dalam jama’ah
minal muslimin. Apapun jama’ah dan harakahnya yang penting tujuannya sama yaitu
untuk li i’la kalimatillah. Sebab dengan berjama’ah kita akan lebih terjaga
dari godaan syetan “Faiina syaithona ma’al wahid”.
Sedangkan
tanpa jama’ah seseorang bisa terperangkap kepada kebosanan yang terjadi akibat
kerutinan. Karena itu Imam Ali berkata: Sekeruh-keruh hidup berjama’ah itu
lebih baik dari bergemingnya hidup sendiri.
Keempat:
Sedikit mengingat akhirat. Yap, karena kita sudah terlalu banyak dilalaikan
dengan hal yang mubah maka sangat jarang kita mengingat akhirat. Dengan
mengingat akhirat kita menjadi terpacu untuk beramal, sebaliknya orang yang
lupa dengan kehidupan akhirat akan mudah loyo dan galau.
Kelima:
Melalaikan amalan siang dan malam. Melaksanakan ibadah secara tekun akan
membuat seseorang selalu ada dalam perlindungan Allah. Karena setiap ibadah
yang kita lakukan adalah ibarat bahan bakar yang selalu memacu kita untuk
selalu bersemangat. Dengan kata lain orang yang sering melalaikan ibadah akan
mudah terjerumus ke dalam kefuturan. So, dari sekarang kalo pengen nggak galau
ya ibadah solusinya :)
Keenam:
Tidak mempersiapkan diri dalam menghadapi tantangan. Ini dia yang sering
membuat kita “jatuh”. Sudah menjadi sunnatullah bahwa kehidupan ini akan penuh
dengan tantangan. Maka kita harus punya persiapan dan mental yang kuat dalam
menghadapi segalanya. Seperti yang pernah saya tulis dalam catatan sebelumnya
tentang “Bereskan Urusanmu Dengan Allah, Lalu Biarkan Ia Membereskan Urusanmu”.
Ketujuh:
Bersahabat dengan orang-orang lemah. Bi’ah sangat mempengaruhi sekali dalam
hidup kita. Berteman dengan orang-orang lemah semangatnya terkadang juga
membuat kita menjadi lemah. Seharusnya kitalah yang menjadi cahaya spirit bagi
kawan-kawan kita yang lemah. Bukan berarti kita menjauhi mereka.
Makanya
Rasulullah Saw bersabda: “Seseorang atas diri sahabatnya, maka lihatlah dengan
siapa ia berteman.” Nggak heran, kalo orang bejat yah temannya sama-sama
bejatlah, kalo orang saleh, temannya juga pada saleh insya Allah. Seiring
dengan firman Allah Atthoyyibin lit thoyyibat, orang-orang baik itu jodohnya
yah buat yang baik-baik juga :)
Itulah
beberapa asbabul galau yang sering bikin kita jadi “nggak jelas”. Mudah-mudahan
dengan mengetahui asbab nya kita jadi gampang untuk bangkit kembali. Karena
umat membutuhkan ar rijal al qowi untuk kembali menegakkan Islam di muka bumi
Allah. Insya Allah…Hasbunallah wa ni’mal wakil ni’mal maula wa ni’ma nashir.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar